Detail Berita

NANDURIN KARANG AWAK


GENERASI MUDA BALI YANG BERDAULAT – Tanpa bisa dipungkiri, Bali adalah sebuah pulau yang penuh daya imaji, kreativitas dan beragam kegiatan budaya yang mengakar pada tradisinya. The Island of God, adalah nama yang disematkan pada pulau Bali oleh Miguel Covarrubias dalam bukunya Island of Bali, merupakan sebuah pandangan yang menasbihkan kegiatan masyarakat Bali yang selalu berporos pada ritual keagamaan sebagai sebuah persembahan kepada Sang Penguasa Alam-Tuhan Yang Maha Esa.
 
Tentu nama Bali yang telah menebar pesonanya ke segala penjuru dunia ini tak lepas dari perilaku manusia Bali yang dalam kesehariannya penuh dengan daya imaji dan kreativitas melahirkan beragam karya seni yang tak saja menjadi sebuah karya persembahan, namun telah mampu menjadi sumber penghidupan dalam menjalani kehidupan. Perubahan pola pertanian sebagai sentra perekonomian di masa lalu kini telah bertransformasi menjadi pola industri yang didominasi sektor pariwisata.
 
Perubahan tidak bisa memang dihindarkan, namun perubahan yang begitu cepat ternyata belum diimbangi dengan adanya perubahan sikap mental (mindset) generasi muda Bali untuk menyambut kompetisi yang bukan saja sesama orang Bali, bahkan lintas negara sekalipun. Tantangan generasi muda Bali kini lebih kompleks dan multidimensi, karena dituntut bukan saja kesiapan mental, namun yang terpenting adalah kemampuan memiliki keahlian, daya kreativitas yang didukung dengan niatan untuk siap berkompetensi, tangguh dan pantang menyerah ketika menghadapi kegagalan.
 
Generasi Muda Bali kedepan harus berdaulat, mampu untuk mengembangkan segala daya imaji, kreativitasnya sebagai wahana untuk memunculkan potensi diri. Hal ini hanya bisa terjadi bila ada rasa bangga yang dimiliki oleh generasi saat ini, bangga sebagai orang bali dengan segala tradisinya, bangga untuk menjadi petarung-petarung di berbagai lini kehidupan. Contohnya yang selama ini kami lakukan proses pendampingan terhadap antusias generasi muda Bali untuk bekerja di Kapal Pesiar.
 
Sampai saat ini generasi muda Bali bisa dikatakan masih menjadi idola pagi perusahan-perusahan Kapal Pesiar karena generasi Muda Bali yang terkenal dengan keuletan, kejujuran, dan disiplinnya. Namun kini telah hadir tenaga kerja, anak muda dari Filipina yang mulai merambah dan menjadi primadona baru di kalangan perusahaan kapal pesiar. Tentu ini adalah tantangan yang harus dimaknai bahwa, realita kehidupan kedepan tidak bisa lagi sesuai yang kita inginkan, namun harus menyiapkan diri untuk siap larut dalam perubahan itu sendiri.
 
Ini baru dari satu sektor dunia pariwisata khususnya yang berkaitan dengan dunia kerja di Kapal Pesiar, belum lagi di dimensi lainnya seperti kuliner, fashion, politik dan lainnya.
 
Intinya bahwa generasi muda Bali kedepan harus lebih mampu memaksimalkan potensi diri-NANDURIN KARANG AWAK sebagai wujud kesiapan menghadapi persaingan global. Tidak hanya menjadi generasi pendiam, malas dan terlalu banyak mengeluh karena dengan sikap yang demikian malah jati diri, karakter dan kebanggaan sebagai orang Bali yang terkenal dengan etos kerja yang tinggi menjadi terkikis, bahkan hilang.
 
Generasi muda saat ini harus senantiasa Bergerak, Berkarya dan berani bertanggung jawab dengan apapun jenis pekerjaan yang dilakoni, karena sujatinya bila suatu pekerjaan dilakoni dengan komitmen, konsistensi dan totalitas, maka inilah yang sujatinya menjadi Taksu manusia Bali itu sendiri.
 
Sehingga spirit dari Taksu Bali adalah bagaimana generasi muda Bali kedepan untuk membuat citra, perwajahan Bali di masa depan menjadi lebih gemilang.
 
“My Island, My Pride”
 
 
Denpasar, 20 April 2017
I Dewa Nyoman Budiasa